Home Dharma Wacana Malam Perenungan Siwa
Malam Perenungan Siwa PDF Print E-mail
Written by I Made Murdiasa, S.Ag   
Sunday, 18 February 2007 12:02

Malam Siwa Ratri atau Siwa Ratri Kalpa berarti "malam penghormatan Siwa" bukannya malam penebusan dosa. Munculnya pendapat ataupun istilah bahwa malam Siwa Ratri itu adalah malam penebusan dosa lebih didasarkan atas pemahaman Siwa Ratri dari cerita/ kisah hidup Lubdhaka dalam pustaka suci Siwa Ratri Kalpa. Lubdhaka adalah seorang pemburu yang selama hidupnya hanya melakukan pekerjaan memburu dan membunuh binatang yang dalam agama Hindu disebut Himsa Karma yaitu suatu perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama karena bersifat mengumbar nafsu dan menyakiti mahluk lain.
Didalam lontar Lubdhaka Gending terdapat keterangan sebagai berikut: "... nora ng sangsaya kewalasukha-sukhan lawan swabharyatmaja, setatanuwuki sakaseneng ning indriya, lot maburu gawanya mamting mong gaja mwang warak, taman hanang ulah dharmariya mwang yasa", artinya: "perbuatan yang mengumbar indriya dan membunuh-bunuh (himsa karma) dinyatakan amat bertentangan dengan ajaran agama/dharma dan keteguhan hati/yasa.

Meskipun pekerjaan Lubdhaka sangat rendah yaitu melakukan himsa karma, akan tetapi setelah meninggal rohnya dijemput dengan kereta kencana oleh pasukan Siwa dan dibawa ke Siwa Loka. Hal ini diprotes keras oleh Dewa Yama yaitu Dewa Maut, yang menyatakan bahwa Lubdhaka tidak pantas masuk kea lam Siwa Loka, karena selama hidupnya melakukan himsa karma.

Siwa menjelaskan pada zaman dahulu dia pernah mengajarkan kemuliaan malam Siwa Ratri sebagai malam sumber kebahagiaan. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang mengikuti dan melaksanakan ajaran Siwa tersebut. Si Lubdhaka adalah orang pertama yang melaksanakan Brata Siwa ratri meskipun dilakukan dengan tidak sengaja. Karena itu Siwa mengatakan kepada Yama bahwa Lubdhaka berhak mendapatkan kebahagiaan yang kekal di Siwa Loka. Jadi berkat melek semalam suntuk Lubdhaka mendapat karunia dari Siwa untuk menerima kebahagiaan yang kekal di Siwa Loka. Dari cerita inilah timbul persepsi mengenai Siwa Ratri sebagai malam peleburan dosa.

Siwa adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kuasa. Sebagai Yang Maha Kuasa Tuhan dapat melakukan apa saja sesuai dengan kehendak Baliau. Tuhan dapat merubah racun menjadi amerta, mengubah kebenaran menjadi kepalsuan dan merubah kepalsuan menjadi kebenaran. Seperti itu pulalah Tuhan dapat memberikan kebebasan pada Lubdhaka, meskipun perbuatan Si Lubdhaka tidak sesuai dengan ajaran agama Hindu. Jadi pada batas-batas tertentu, tujuan-tujuan tertentu, dan maksud-maksud tertentu Tuhan dapat mengubah yang hitan menjadi putih, putih menjadi hitam dan melakukan apa saja sesuai kehendak Beliau dan tidak ada yang bisa menentangnya.

Amanat keagamaan yang tersirat dalam cerita Lubdhaka ini adalah motivasi yang besar untuk melaksanakan perayaan Siwa Ratri dan yang terpenting adalah bagaimana caranya menciptakan suasana agar setiap orang termotivasi untuk melaksanakan perayaan Siwa Ratri sehingga diperoleh manfaat spiritualitasnya.

Salah satu fungsi agama adalah sebagai media transformasi yaitu mengasah jiwa manusia dari penuh nafsu, keserakahan dan penuh kemarahan menjadi semakin halus, lembut dan penuh kedamaian. Mengubah jiwa manusia dari kemunafikan menjadi penuh pengertian dan mampu melihat segala persoalan secara objektif. Kebiasaan-kebiasaan yang buruk seperti sentiment-sentimen perasaan, berbohong, menipu, menebarkan isu-isu negative, mencela, memfitnah dan segala perilaku yang bertentangan dengan Dharma atau kebajikan hendaknya dapat dipupus secara perlahan-lahan melalui pelaksanaan ajaran-ajaran agama dalam hidup sehari-hari. Jadi berdasarkan salah satu fungsi agama ini berarti bahwa pentingnya pelaksanaan Siwa Ratri telah dipikirkan berdasarkan suatu konsep keagamaan.

Pengungkapan Siwa Ratri sebagai malam penebusan dosa menuntut suatu implementasi atau penerapan amanat keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dosa yang merupakan kesalahan dan pelanggaran terhadap Dharma dapat dihindari, baik dengan jalan mengendalikan kata-kata yakni senantiasa berkata yang manis dan mengungkapkan Param Satyam yaitu kebenaran utama dari ajaran-ajaran agama, ditambah dengan mengendalikan rasa lapar dan haus serta senantiasa sadar akan sang Diri, maka dapat dipastikan segala kebajikan akan bertahta didalam diri seseorang. Hal ini merupakan dorongan yang besar bagi kita umat Hindu untuk mempertimbangkan suatu usaha yang sungguh-sungguh didalam melaksanakan Brata Siwa Ratri.

Dorongan yang besar juga diberikan malalui kemuliaan Brata Siwa Ratri, seperti dinyatakan dalam kekawin Siraratrikalpa Sargah 34.4: " sesungguhnya kemuliaan brata yang Aku ajarkan dengan jelas memberikan pahala yang utama, juga menghilangkan segala perbuatan yang tidak baik lalu memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menakjubkan, hal itu tidak akan menuju Yamaloka (neraka), akibat atau hasil orang yang melaksanakan brata itu, dan semua nerakanya lenyap disebabkan oleh pahala dari brata yang Aku ajarkan". Dengan memperhatikan kemuliaan Brata Siwa Ratri ini tidak ada alasan bagi kita untuk melewatkan hari suci ini tanpa mengisinya dengan perilaku yang suci dan mulia. Kita hendaknya selalu ingat bahwa manusia terdiri dari dua aspek yaitu aspek jasmani dan rohani. Jasmani adalah aspek yang palsu, aspek sementara yang akan hancur setelah kematian tiba. Sedangkan rohani adalah aspek yang kekal, aspek yang hidup terus walaupun aspek jasmani telah hancur. Aspek rohani ini hanya bisa diselamatkan dengan pelaksanaan ajaran agama, bila kita memelihara seekor burung dan kita hanya membersihkan sangkarnya dan menghiasinya dengan emas permata, hal itu tidak akan membuat sang burung sebagai penghuninya berpuas hati. Inilah renungan yang harus senantiasa kita hadirkan dalam hidup kita guna peningkatan spiritualitas kita.


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
Last Updated ( Sunday, 06 April 2008 08:37 )
 

Artikel Terkait

Member Forums

Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.

Go to forum
Visit Indonesia Year 2008