Home Dharma Wacana Mengantisipasi Bencana Alam dan Ramalan Bencana Alam
Mengantisipasi Bencana Alam dan Ramalan Bencana Alam PDF Print E-mail
Written by Gede Suwardika   
Thursday, 13 July 2006 06:32

Ada diramalkan bahwa tahun 2005 ini akan dipenuhi oleh banyak bencana alam yang dahsyat. Lalu, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah Tuhan sedang marah? Ada lagi yang mulai kawatir akan apa yang akan terjadi, kemana harus berlindung, dlsb.

Satu hal yang pasti, jika Tuhan Yang Maha Kuasa marah, maka kita semua sudah tidak ada saat ini. Tuhan Maha Pengasih, selalu mengasihi semua mahluk seutuhnya. Bencana alam adalah sesuatu yang alami, bisa terjadi kapan saja. Bumi kita adalah sebuah reaktor energi luar biasa. Bagi yang sudah pernah menonton film The Core, bisa mengetahui apa kira2 isi inti bumi ini. Kita ini berdiri, berjalan dan tidur di atas reaktor energi raksasa yang dilapisi oleh lapisan2 yang setiap saat bisa berubah/bergerak jika ada reaksi berlebihan di dalam inti bumi. Jadi, jika ada terjadi pergerakan kulit bumi atau gempa bumi yang menyebabkan gempa bumi, itu suatu yang sangat wajar bisa terjadi.

Lebih jauh lagi, kita semua tahu, hidup sebagai manusia adalah sementara. Cepat atau lambat suatu saat badan kita harus ditinggalkan. Itu adalah dharma/kodrat dari badan kasar tubuh manusia kita ini yang juga sesuatu yang alami. Lalu kenapa kita masih kawatir akan adanya bencana alam dan kerusakan atau sesuatu yang PASTI mungkin dan akan terjadi pada alam dan tubuh fisik kita ini?


Salah satunya adalah karena kita belum mengetahui, megerti dan menyadari maksud dari diberikannya alam semesta fisik dan tubuhfisik ini oleh Tuhan Sang Pencipta. Kita masih belum tahu apa tujuan hidup kita yang sebenarnya dan membedakan mana yang merupakan tujuan, mana sarana hidup/pendukung untuk mencapai tujuan tersebut.

Jika hidup ini hanya dipandang sebagai sarana untuk mencarikerja/nafkah, atau punya keluarga yang sejahtera dan hidup enak atau sejenisnya sebagai manusia, maka wajar sekali akan muncul segala kekawatiran. Kenapa? Karena semua itu berkaitan dengan badan fisik kita dan badan fisik ini setiap saat bisa terkena penyakit atau bencana, sehingga setiap saat bisa kawatir. Akan lain halnya jika hidup ini dipandang sebagai sarana untuk kita belajar lebih mengasihi Tuhan dan sesama mahluk dengan membuka hati kita kepada Tuhan, dalam setiap hal yang kita lakukan. Dengan membuka hati kepada Tuhan YME dan membiarkan hati kita setiap saat dapat mengasihi Tuhan dan sesama mahluk, maka Kasih Tuhan yang Maha Kuasa dan tidak terbatas akan memberikan kedamaian dan ketenangan di hati kita dan tentunya juga melindungi kita. Adakah kekuatan yang lebih besar dari Kasih Tuhan YME itu sendiri?

Mengapa kita harus mengasihi Tuhan, bukankah Tuhan itu Yang Maha Pengasih? Benar, Tuhan Maha Pengasih, Maha Kuasa, memiliki segala sesuatu. Kenapa kita perlu mengasihi Tuhan? Karena apa yang dijelaskan dalam Kitab2 Suci setiap agama sebagai tujuan hidup manusia, yaitu untuk dapat kembali kepada Tuhan Sang Pencipta, Asal Yang Sejati dari setiap mahluk, itu tidak lain berarti diri sejati kita (Atman), yang ada di dalam hati kita (Hridaya)kembali kepada Sumber Cahaya dan Kasih Sejati (Paramatman). Ini berarti, sebelum dapat kembali kepada Sumber Cahaya dan Kasih, tentunya diri kita perlu menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih itu sendiri. Ini berarti hati kita harus sepenuhnya dipenuhi Cahaya dan Kasih dan mengarah kepada Tuhan Sumber Cahaya dan Kasih itu sendiri. Cahaya dan Kasih dari hati kita yang mengarah kepada Tuhan tidak lain adalah Kasih kita kepada Tuhan. Kasih ini tentunya juga perlu dibagikan kepada sesama yang berarti kita juga perlu mengasihi sesama mahluk.

Dengan membuka hati, mengarahkan hati kepada Tuhan Sumber Cahaya dan Kasih Sejati, mengasihi Tuhan sepenuh hati, maka hati dan perasaan kita akan dipenuhi oleh Kasih Tuhan itu sendiri. Diri sejati (Atman) kita akan dimurnikan dan semakin dekat kepada tujuan hidup untuk kembali kepada Tuhan (Yoga/Moksha). Sesungguhnya hati yang mengasihi Tuhan akan menerima lebih banyak berkat Kasih Tuhan (Waranugraha) dan dapat membagikan kasih lebih baik lagi kepada sesama sebagai Alat Kasih Tuhan itu sendiri. Sungguh indah jika hati kita dapat setiap saat mengasihi Tuhan dan membagikan kasih kepada sesama dalam setiap hal yang kita kerjakan. Dengan sikap hidup yang demikian, tujuan hidup menjadi jelas dan tidak ada yang perlu dikawatirkan tentang alam fisik yang sementara ini dan sebenarnya diciptakan kita sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup itu sendiri.

Jadi, saran saya untuk mengantisipasi ramalan2 dan bencana alam itu sendiri adalah dengan membuka hati lebih baik lagi kepada Tuhan YME, mengarahkan hati seutuhnya kepada Tuhan YME, membiarkan hati kita meengasihi Tuhan setiap saat dan membagikan kasih kepada sesama dalam setiap hal yang kita lakukan sehari-hari (apapun pekerjaan kita). Kemudian selalu menyadari tujuan hidup yang sebenarnya dan mengikuti arahan Hati Nurani kita. Dengan demikian, hati menjadi lebih bersih, tenang, damai dan indah. Kekawatiran tentang hal-hal sementara akan berganti menjadi kesadaran akan tujuan hidup yang sebenarnya. Hidup terasa lebih berarti kaena setiap saat adalah kesempatan untuk dapat lebih mengasihi Tuhan dan sesama.

Memang hal ini tidak mudah, tetapi mau tidak mau harus kita lakukan dan latih dengan kesadaran akan tujuan hidup yang sebenarnya, untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama, untuk lebih dekat dan kembali kepada Tuhan. Semoga lebih banyak lagi mahluk yang dapat membuka hati kepada Tuhan YME dan lebih mengasihi Tuhan setiap saat.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
Last Updated ( Friday, 14 July 2006 04:38 )
 

Artikel Terkait

Member Forums

Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.

Go to forum
Visit Indonesia Year 2008