| Pura Luhur Amertha Jati |
|
|
|
| Written by The Hindu Center of Malang | |||
| Friday, 15 December 2006 22:18 | |||
Kawasan Malang Jawa Timur memiliki potensi umat Hindu yang besar secara kuantitas maupun kualitas. Aktivitas keumatan didukung oleh sarana tempat suci yang memadai. Tempat suci umat Hindu di Malang dapat dibedakan atas pura, sanggar dan candi. Salah satu tempat suci yang menjadi kebanggaan umat Hindu di Malang adalah pura yang terletak di Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Pura ini tepatnya terletak di kawasan wisata Pantai Balekambang. Pura Luhur Amertha Jati demikian nama pura yang menyerupai Pura Tanah Lot di Kabupaten Tabanan Bali. Pura ini dibangun sekitar tahun 1986. Pada waktu itu umat Hindu Malang diberi kepercayaan mengelola Pulau Ismoyo di Balekambang menjadi tempat suci, oleh Bupati Malang tahun itu, Bapak Edy Slamet. Pembangunan pura ini melibatkan seluruh umat Hindu Malang menggunakan sistem kerja gotong royong. Dengan semangat pengabdian umat Hindu Malang mengatasi berbagai kendala pada waktu itu, termasuk kendala transportasi. Umat rela berjalan kaki kira-kira sejauh 75 km untuk sampai di tempat pembangunan. Pura ini pun diplaspas tahun 1990 oleh Bupati Malang periode itu, Bapak Abdul Hamid M, dengan nama Pura Sagara Amrta Jati.Semenjak tahun itu rutin dilakukan Upacara Jala Nidhi Puja (melasti). Karena keterbatasan pengetahuan tentang Hari Suci Nyepi, hingga tahun 1996 pelaksanaan Jala Nidhi Puja dilakukan setiap Hari Minggu menjelang Nyepi. Setelah tahun 1996 sejalan dengan pemahaman pelaksanaan ritual Hari suci Nyepi dari Pustaka Suci Sundari Gama, maka Upacara Jala Nidhi Puja dilakukan 3 hari menjelang Nyepi. Namun tahun 2005 lalu ritual ini kembali dilakukan sebagaimana tahun 1996. Pura yang memiliki luas uttama mandala sekitar 15 m x 9 m ini, pada tahun 2001 kembali diplaspas dengan status pura kahyangan (luhur). Pemlaspasan ini menghilangkan meru tumpang 7 diganti dengan padmasana. Terdapat kisah menarik semenjak penggantian status ini, umat yang menghadiri upacara pemlaspasan mengalami serangan penyakit malaria dan muntaber, selain itu banyak terjadi bencana seperti gempa bumi dan sambaran petir semenjak penggantian meru dengan padmasana. Banyak umat yang meyakini jika taksu pura ini tidak seperti dulu lagi. Perawatan pura saat ini ada dibawah tanggungjawab PHDI Malang, melalui Lembaga Punia Bhakti. Namun kondisi lingkungan pura tidak mencerminkan perhatian lembaga penanggungjawab akan kebersihan dan kesucian pura secara spiritual dan material. Padahal pura ini dibangun dengan penuh pengabdian oleh umat Hindu Malang terdahulu. Berdasarkan data di lapangan PD Jasa Yasa selaku pengelola kawasan wisata Balekambang mendapat income sekitar 0,5 milyar per tahun. Akan tetapi penataan fasilitas wisata termasuk juga perhatian pada kondisi Pura Amertha Jati masih jauh dari harapan. Padahal pura ini memberi tambahan daya tarik terhadap nilai pariwisata kawasan Pantai Balekambang.
|
|||
| Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 13:29 ) |
Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.
Go to forum