Home Dharma Yatra Umbul Kendat, Situs Hindu di Boyolali yang Terlupakan
Umbul Kendat, Situs Hindu di Boyolali yang Terlupakan PDF Print E-mail
Written by Agni Homa   
Wednesday, 19 July 2006 03:16

Sejarah menunjukkan bahwa tanah Jawa merupakan pusat perkembangan agama Hindu Nusantara di masa. Kejayaan imperium Majapahit dan Kerajaan Mataram Hindu Kuno, dipastikan memiliki bentangan wilayah di seluruh tanah Jawa dari ujung barat sampai timur. Karena itulah tidak bisa dimungkiri, kalau di tanah Jawa terdapat banyak sekali situs milik umat Hindu yang keberadaannya saat ini terkubur baik oleh bencana alam atau memang sengaja dihancurkan dan disembunyikan. Salahsatunya adalah situs Umbul Kendat yang ada di daerah Pengging, Boyolali, Jawa Tengah. lalu kekuasaan sesungguhnya masih

Umbul Kendat tepatnya terletak di Desa Plumputan Kecamatan Pengging Kabupaten Boyolali dan merupakanpetilasan di mana Dyah Ayu Retna Kedaton, salah satu putri dari Kerthabumi atau Brawijaya V (Raja terakhirMajapahit) melakukan moksa.

Umbul Kendat terdiri atas dua bagian utama. Yang pertama berupa petilasan yang strukturnya berbentukmakam dan satunya lagi berupa pemandian dengan dua sumber mata air. 

Menurut RMT Andi Mulyono Kusumonugroho, umat Hindu yang memulai melaksanakan ritual menurut caradi Umbul Kendat, situs peninggalan Hindu ini belum banyak diketahui masyarakat khususnya umatBahkan, sebelum dirinya mulai melakukan ritual Hindu, masyarakat setempat yang sebagian besar memeluk Islam menggunakan situs ini untuk melakukan tradisi dengan warna Islami seperti pembacaanayat-ayat Alquran.  Hindu Hindu.

''Dulu, sebelum saya memulai menyelenggarakan ritual secara Hindu, masyarakat di sini sering melakukantirakatan atau melek-an (begadang semalam suntuk-red),'' kata Andi yang merupakan wareng (keturunan V) Sunan Pakubuwono IX (Raja Surakarta tahun 1861-1893). Meski demikian, masyarakat setempatsesungguhnya mengetahui bahwa situs tersebut merupakan peninggalan pemeluk Hindu. 

Hal ini dilakukan masyarakat setempat karena mereka meyakini bahwa tempat tersebut memiliki aura magissangat tinggi. Di samping untuk memohon penyembuhan dari berbagai penyakit, Umbul Kendat jugasering menjadi tempat memohon berkah dan keselamatan. Hal ini dibuktikan langsung oleh Andi yang seringmemberikan pertolongan kepada sesama yang memohon kesembuhan atas penyakit yang diderita.  yang

Banyak orang yang sudah sembuh setelah memohon di Umbul Kendat. Demikian juga dengan mereka yang ingin mendapatkan keselamatan banyak yang mengunjungi Umbul Kendat. Andi menceritakan, pernah satukompi pasukan dari TNI melakukan Yoga Tirta (berdoa sambil berendam-red) di Umbul Kendat sebelummereka ditugaskan ke Aceh. 

''Mereka memohon agar diberikan keselamatan waktu dan di saat menjalankan tugas di Aceh,'' kata Andibercerita.

Biasanya mereka yang melakukan persembahyangan di tempat ini terlebih dahulu melakukan pelukatandengan yoga tirta. Dalam proses ini, umat melafalkan gayatri mantram sambil menyampaikan permohonan. Kesejukan air di Umbul Kendat ini akan membuat badan dan pikiran menjadi segar. Setelah melakukan Yoga Tirta, umat mengganti pakaian untuk selanjutnya melakukan persembahyangan di dalam patilasan. 

Gigih

Diselenggarakannya ritual menurut Hindu di Umbul Kendat ini, kata Andi, sampai saat ini tidak mengalamikendala dari masyarakat. Secara perlahan masyarakat setempat mulai bisa menerima bahwa yang dipuja ditempat tersebut memang kekuatan dari zaman Hindu. Kedatangan beberapa umat Hindu ke Umbul Kendat ini juga sudah dianggap sebagai hal yang biasa. 

Andi yang merupakan pegawai negeri sipil di pemerintah Propinsi Jawa Tengah ini bisa dikatakan cukupgigih untuk terus memperkenalkan keberadaan Umbul Kendat ini. ''Saya sering mengajak umat Hindu baikdari Bali maupun Jakarta untuk melakukan persembahyangan di Umbul Kendat,'' katanya.   yang

Hal ini dilakukannya agar umat Hindu di berbagai daerah mengetahui bahwa Umbul Kendat merupakan salah satu tempat pemujaan milik umat Hindu. Misi ini, menurut Andi, juga tidak lepas dari keinginannya agar umattidak kehilangan jejak para leluhurnya di Tanah Jawa.   Hindu

Di samping itu, misi penyelamatan situs Hindu dari klaim pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan merugikanperkembangan Hindu di Jawa. Dengan dikenalnya Umbul Kendat, Andi yang beristrikan gadis dari Gianyar, Bali ini berharap muncul kepedulian untuk menjaga dan melakukan perawatan secara fisik. 

Terlebih lagi dalam konteks menjaga kesuciannya. Sebelum dibangun cungkup atau bangunan permanenuntuk petilasan seperti yang bisa dilihat saat ini, masyarakat yang mengunjungi Umbul Kendat seringbersikap seenaknya. ''Mereka makan dan minum atau ganti baju basah setelah berendam di dekat petilasan,'' kata Andi. Ini jelas membuat kesucian menjadi berkurang. 

Selanjutnya, Andi berniat memasukkan nilai-nilai Hindu dalam ritual ''Paingan'' yang biasanya digelar setiap Kamis Paing oleh masyarakat setempat.


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 13:18 )
 

Member Forums

Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.

Go to forum
Visit Indonesia Year 2008