Home Dharma Yatra Pura Kehen
Pura Kehen PDF Print E-mail
Written by Agni Homa   
Wednesday, 21 June 2006 21:35

Pura Kehen ini terletak di timur laut kota Bangli. Pura ini dari segi arsitekturnya sangatlah megah dan indah. Karena itu pura ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena daya tarik arsitektur spiritualnya serta tata letaknya dengan latar belakang perbukitan dekat kota Bangli. Pura ini tergolong pura yang kuna.

Di Pura Kehen ini terdapat tiga buah prasasti. Dari tiga prasasti inilah dapat sedikit diungkap keberadaan Pura Kehen ini. Prasasti ini sudah pernah dibaca oleh seorang ahli arkeologi dari Belanda Dr. P.V. Van Stain Callenfanls. Hasil penelitiannya telah dimuat dalam buku Epigraphna'' yang terbit tahun 1926. ''

Tiga prasasti tersebut ada yang berbahasa Sansekerta dan ada yang berbahasa Jawa Kuno. Dari segi bahasa Sansekertanya pura ini sudah ada pada abad ke-9 Masehi. Yang berbahasa Jawa Kuno dengan angka tahun 1204 Masehi yang menyebutkan nama Senapati Kuturan.

Nampaknya Pura Kehen ini adalah sebuah pasraman para resi untuk mengembangkan konsep berdasarkan Asrama Dharma. Artinya tujuan hidup ini diselesaikan dalam setiap. Brahmacari Asrama untuk memperoleh pemahaman dharma. Grhasta Asrama untuk mencapai artha dan kama. Sedangkan dalam kehidupan Wana Prastha dan Saniyasin Asrama hidup untuk menyiapkan tujuan akhir yaitu moksha. 

Pura Kehen sebagai tempat umat belajar kepada para resi yang berasrama di Pura Kehen ini. Dalam prasasti ini ada dinyatakan Tuhan sebagai Hyang Api, Hyang Tanda dan Hyang Karimama. Ada tiga resi yang berasrama di pura ini yaitu Siwa Kangsita, Siwa Pradnya dan Siwa Nirmala. Pemujaan Hyang Api inilah menjadi istilah Kehen yang juga artinya api.

Menurut Dr. Made Titib, Ph.D., Pura Kehen ini sebagai Agni Sala yaitu tempat diselenggarakannya upacara Agni Homa sebagai syarat dalam mempelajari Veda. Karena dalam Canakya Nitisastra juga ditegaskan bahwa mendalami Veda tanpa Agni Homa akan sia-sia. Dr. Made Titib menyatakan di Bali sampai pada zaman Mpu Kuturan tidak kurang dari tujuh puluh asrama lengkap dengan Agni Sala-nya sebagai wadah pendalaman ajaran kerohanian Hindu.

Pemujaan Tuhan sebagai Agni sebagai simbol Jnyana Agni untuk membangun sikap niskala sebagaimana dinyatakan dalam kutipan Sloka Bhagawad Gita di atas. Karena mereka membangun kemampuan diri dengan Jnyana Agni-lah yang akan dapat berkarma yang Niskama itu. Adanya tiga pandita yang disebut Bhiku Siwa Kangsita, Bhiku Siwa Prajnya dan Bhiku Siwa Nirmala sebagai pemimpin Pasraman Pura Kehen. 

Ketiga pandita ini adalah tergolong Pandita Siwa yang telah mencapai tahapan hidup Bhiksuka atau Sanyasin Asrama. Tiga pandita ini disebut sebagai Siwa Kangsita. Dalam bahasa Jawakata ''kangsi'' itu berarti alat musik dari kuningan. Nampaknya Bhiku Siwa Kangsita ini adalah seorang Pandita Sanyasin yang khusus ahli dalam ilmu musik spiritual. Karena senisalah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai kerohanian Veda. 

Dengan seni itu ajaran suci Veda tidak saja hanya memberi ilmu semata, tetapi juga menumbuhkan kehalusan jiwa. Karena itu Veda disebut Rg, Sama dan Yajur. Rg artinya nyanyian suci. Maksudnya untuk menanamkan nilai-nilai suci Veda ke dalam lubuk hati umat dengan cara menyanyikan mantram-mantram suci Veda itu. Sama artinya melodi. Menyanyikan Mantra Veda itu dengan diberi melodi sehingga menjadi lebih indah.

Sementara Yajur artinya ber-yajnya. Maksudnya mantram Veda itu untuk mengantarkan upacara Yajnya oleh para pandita. Bhiku Siwa Prajnya adalah Pandita Sanyasin yang ilmu pengetahuan sucinya telah Jnyana Agni dengan kemampuan Wiweka Jnyana yang sudah sangat mapan. Karena beliau disebut Siwa Prajnya artinya Pandita Sanyasin ini telah paham pada hakikat Tuhan Siwa. Atau dalam istilah sekarang Bhiku Siwa Prajnya ini adalah seorang theolog sejati yang paham akan Brahma Widya dan Atma Widya.

Bhiku Siwa Nirmala adalah Pandita Sanyasin yang memiliki spesialis untuk menuntun parasiswa kerohanian dalam oleh spiritual. Ini artinya Pura Kehen sebagai asrama dipimpin oleh tiga pandita yang sudah Sanyasin atau Bhiksuka. Tiga pandita itu adalah seorang seniman seorang ilmuwan agama dan seorang rohaniwan agama Hindu.

Tiga pandita inilah sebagai guru suci di Asrama Pura Kehen. Bhiku Siwa Kangsita untuk mengembangkan emosi keagamaan lewat seni. Bhiku Siwa Prajnya mengembangkan intelektualitas keagamaan. Sedangkan Bhiku Siwa Nirmala mengembangkan kadar kecerdasan spiritualitas untuk mencapai rohani yang benar-benar Nirmala.

Terpadunya tiga Pandita Sanyasin ini memimpin Asrama Pura Kehen untuk membangun umat utuh dan tangguh. Kalau dihubungkan dengan konsep pendidikan sekarang untuk mengembangkan kadar emosional Bhiku Siwa Kangsita. Mengembangkan kadar intelektual Bhiku Siwa Prajnya, sedangkan untuk mengembangkan kadar spiritual adalah Bhiku Siwa Nirmala. Nampaknya konsep ini sangat tepat untuk dijadikan bahan renungan dalam mengembangkan pendidikan umat Hindu dengan konsep agama ke depan. 

Keberadaan Pura Kehen sebagai asrama ini dikuatkan lagi oleh upacara pujawalinya pada hari Bhuda Kliwon Sinta yang juga disebut hari raya Pagerwesi. Menurut Lontar Sunarigama, Bhuda Kliwon Sinta itu adalah hari payogan Sang Hyang Paramesti Guru yaitu memuja Tuhan sebagai Maha Guru atau gurunya guru. Mungkin istilah sekarang lebih tepat disebut Hari Guru. Artinya hari raya untuk mengingatkan umat untuk hidup berguru sebagai proses memasuki tahapan hidup Brahmacari Asrama.

Dalam prasasti Pura Kehen yang berbahasa Jawa Kuno menyebutkan Hyang Kehen dan nama Raja dengan gelar Batara Guru Sri Adikuntiketana. Gelar raja ini umumnya diberikan saat dinobatkan atau saat beliau diupacarai setelah wafat dalam proses Dewa Pitra Pratista. Masyarakat umum menyebutkan Ngalinggihang Dewa Pitara-nya sebagai guru. Gelar Bataradan Ketana ini mungkin raja ini sangat peduli dengan pengembangan pendidikan. Kataketana'' dalam bahasa Sansekerta artinya sangat berhasrat atau berkehendak. Karenahasratnya itulah raja diberi gelar Batara Guru.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 13:18 )
 

Member Forums

Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.

Go to forum
Visit Indonesia Year 2008