Home Dharma Yatra Puseran Jagat Pancaka Tirta Bali
Puseran Jagat Pancaka Tirta Bali PDF Print E-mail
Written by Agni Homa   
Wednesday, 31 May 2006 17:48

Masih dalam satu kawasan, sekitar 200 meter dari Pura Pucak Sangkur terdapat Pura Puseran Jagat Pancaka Tirta Bali. Aroma harum bunga liar dan bau khas tanah dapat mengantarkan pemedek menuju taman Pancaka Tirta ini. Jalan menurun yang harus dilalui untuk saat ini masih bermedan sulit karena belum adanya pembangunan jalan yang memadai.


Sekretaris Desa Pakraman Kembang Merta IB Nyoman Putrayasa menyatakan di kawasan ini sering ditemukan benda-benda sakral. Baru-baru ini ditemukan patung Siwa-Budha yang kini telah distanakan di pelinggih dan keris luk lima yang disebut Raga Geni.

Karena adanya pawisik yang diterima oleh masyarakat setempat, maka dibangunlah pancaka tirta dalam berbagai strata (undagan). Bangunan sederhana yang dijumpai pertama adalah Tirta Pecaruan. Setelah itu ditemui ornamen indah patung Siwa yang mengendarai lembu Nandini. Dari mulut lembu Nandini menetes Tirta Sudamala atau tirta pembersih. Selanjutnya lebih atas lagi terdapat kawasan dengan desain yang sangat indah yakni Siwa berstana yang di dalamnya terdapat Tirta Pemuput. Di samping itu terdapat Pelinggih Padmasana. Menurutnya, segala upacara yang dilaksanakan di Bali sebaiknya di-puput dengan menggunakan tirta dari Puseran Bali ini.

Kesejukan dan keheningan benar-benar dapat dirasakan di kawasan yang sangat terasa getaran spiritualnya ini. Sama seperti yang terdapat di pintu masuk utama mandala Pura Pucak Sangkur, pada bangunan ini terdapat dua macan yang seolah-olah menjaga keberadaan Siwa. Di tempat ini juga ditemukan patung kecil berupa macan yang ditemukan di sekitar tempat ini. Keberadaan macan, menurut Putrayasa, berkaitan erat dengan pawisik dan pandangan batin bahwa tempat ini dijaga oleh binatang duwe sejenis macan.

Sementara kawasan pura di atasnya masih dalam pengerjaan. Lokasi yang akan menjadi kawasan utama ini dibangun dengan tiga undagan yakni undagan pelinggih dan tempat banten, tempat pemedek melakukan persembahyangan dan di bawahnya berupa aktivitas lainnya. Pelinggih yang dibangun lebih besar dari keberadaan pura di bawahnya dan lebih luas. Pada kawasan yang berada lebih tinggi ini rencananya akan dibangun kolam persis di depan pelinggih yang dibangun, yang akan menjadi penampungan dari aliran tirta.

Dilihat dari desain yang Puseran Pancaka Tirta tersebut, akan menjadi kawasan yang indah untuk tirtayatra ataupun untuk keperluan lainnya. Namun sayang, untuk pembangunan itu masyarakat dua desa pakraman merasa kesulitan dengan besarnya dana yang diperlukan. Penataan telah dilakukan dengan sebaik-baiknya, tetapi Putrayasa menyatakan pembangunan itu akan sulit diwujudkan karena dana yang baru tersedia belum mencukupi. Untuk bangunan pelinggih saja diperkirakan menelan dana Rp 100 juta. Untuk pembangunan yang komplit, kata Putrayasa, diperlukan dana sekitar Rp 350 juta. ''Kami mempersilakan jika ada warga yang berminat untuk menyukseskan pembangunan ini.''

Pancaka Tirta ini akan menjadi pusat dari keperluan tirta dari berbagai upacara di Bali. Kawasan yang dibangun telah tertata sedemikian rupa, dengan berbagai keperluan tirta pada upacara. Selain itu para pemedek dapat melakukan pembersihan diri untuk mencapai tujuan spiritual yang lebih tinggi di Puseran ini.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 13:19 )
 

Member Forums

Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.

Go to forum
Visit Indonesia Year 2008