| Pura Campuhan Windhu Segara Agung |
|
|
|
| Written by Agni Homa | |||
| Sunday, 16 April 2006 16:20 | |||
|
Jangan terkejut kalau mendengar ada pura di atas laut. Kenyataannya, Pura Campuhan Windhu Segara Agung di sebelah timur laut Taman Festival Bali, Padanggalak, Kesiman sehari-hari berada di atas air laut. Pura ini berdiri di tengah campuhan atau pertemuan air laut dan Sungai Ayung.
Pura ini kini mendapat perhatian sebagian umat di Bali. Pasalnya, pura ini mendadak muncul dan dipadati umat. Para pemedek sebagian besar mereka yang telah mendapat kesembuhan dari berbagai penyakit di pura ini. Makanya, Jero Mangku Gede Alit Adnyana sebagai pengempon pura sampai tak mengerti darimana datangnya uang untuk membangun pura sekaligus menggelar upacara ngenteg linggih, padudusan, macaru, dan upacara nyejeg gumi pada purnama kadasa lalu. Upacara nyibeb dilakukan, Sabtu (15/4) kemarin di-puput Ida Pedanda Dalem Keniten dari Griya Mambal. Menurut Jero Mangku, pura ini sehari-hari biasa dihantam gelombang pasang, namun tetap tegar. Makanya ia berani mengatakan pura ini berada di atas air laut. Ia mencontohkan pada 3 April lalu air pasang laut Padanggalak mampu merusak sarana di areal Taman Festival Bali, anehnya pura ini tetap berdiri tegak. ''Kalau tidak kehendak Tuhan, mungkin semua palinggih sudah hancur berantakan,'' ujarnya. Jero Mangku Gede Alit Adnyana didampingi Jero Mangku Aji Darma menjelaskan pura ini setahun lalu hanya berupa turus lumbung. Saat itu, Alit Adnyana menderita gagal ginjal hingga melakukan cuci darah. Berkat anugerah Ida Bhatara di lokasi ini ia sembuh total dan berjanji ngayah seumur hidup. Ia pun mendapat pewisik untuk memelihara pura ini. Kesidian pura ini cepat terkenal hingga dipadati umat. Semua dana punia umat dipakai untuk membangun pura tersebut. Yang menarik dari pura ini, ada tempat pemujaan bagi umat Buddha berupa patung Dewi Kwam In dan patung Buddha. Makanya Jero Mangku Gede Alit Adnyana mengungkapkan pura ini menyatukan Siwa dan Buddha. Di sini juga ada pelinggih Ratu Gede ring Nusa, Bhatara Segara, Dewa Wisnu dan Pengayatan Gunung Agung. Sementara umat Buddha mempercayai pura ini dipakai tempat para syahbandar berlabuh.
|
|||
| Last Updated ( Saturday, 05 April 2008 13:27 ) |
Silahkan menggunakan forum untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.
Go to forum